Desa Sarireja terletak di Jalancagak Kabupaten Subang dengan mempunyai sejarah dan nilai budaya tersendiri. Begitupun juga dengan nilai budaya kesenian islam yang menjadi identitas Desa Sarireja. Tujuan penelitian yang ingin dicapai yaitu untuk menghidupkan kembali (revitalisasi) kesenian islam melalui musik rebana di lingkungan Desa Sarireja dengan cara melatih generasi muda sejak dini untuk mengenal rebana sebagai kesenian islam mulai dari jenjang SD hingga SMP. Sehingga kesenian islam di Desa Sarireja memiliki penerus yang terus melestarikan kesenian tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan jurnal ini dengan menggunakan metode penelitian observasi partisipatif, yakni mengamati secara langsung kegiatan kesenian Islam di Desa Sarireja. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di Desa Sarireja, berbagai upaya revitalisasi nilai dan kebudayaan islam telah dilakukan, seperti pengajian rutin mingguan, pendidikan agama anak, dan festival kebudayaan Islam. Masyarakat, tokoh agama, dan generasi muda memainkan peran penting dalam upaya ini, meskipun mereka menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya, perubahan pola hidup, dan pengaruh globalisasi. Revitalisasi kebudayaan islam ini penting untuk menjaga identitas islam di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman.
Copyrights © 2024