Pendahuluan Penyakit hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” karena bisa muncul tanpa gejala atau tanda-tanda peringatan. Kondisi tekanan darahnya sistolik diatas 130 mmHg dan tekanan darah diastolik diatas 90 mmHg. Gejala yang sering dikeluhkan pusing, lemas, kelelahan, sesak nafas, gelisah, mual, muntah, epitaksis, kesadaran menurun, dan sakit kepala. Terapi yang dapat dilakukan adalah terapi genggam jari. Terapi genggam jari adalah relaksasi nafas dalam mampu mereduksi ketegangan fisik dan psikologis. Tujuan dari karya tulis ilmiah ini untuk melakukan penerapan terapi genggam jari pada asuhan keperawatan gerontik hipertensi dengan resiko perfusi serebral tidak efektif di Puskesmas Klatak 2023. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Partisipan adalah lansia dengan hipertensi dan kriteria usia di atas 60 tahun. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan angket dengan menggunakan askep gerontik. Hasil : Dalam pemberian terapi genggam jari efektif untuk menurunkan tekanan darah dalam waktu 3 hari. Pada klien 1 hari pertama tekanan darah 160/90 menjadi 140/90 mmHg, hari kedua tekanan darah 140/90 mmHg mejadi 120/80 mmHg, hari ketiga tekanan darah 130/80 mmHg menjadi 110/70 mmHg. Klien 2 pada hari pertama tekanan darah 140/90 mmHg menjadi 130/90 mmHg, hari kedua tekanan darah 160/90 mmHg menjadi 140/90 mmHg, kari ketiga tekanan darah 130/90 mmHg menjadi 120/90 mmHg. Diskusi : Terapi genggam jari dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan waktu kurang lebih 30 menit pada setiap jari untuk mendapatkan hasil penurunan tekanan darah pada kedua klien. Tekanan darah pada klien 1 mengalami penurunan tekanan darah sistolik 20 mmHg dan diastolik 6,5 mmHg sedangkan klien 2 mengalami penurunan tekanan darah sistolik 13 mmHg dan diastolik 3 mmHg.
Copyrights © 2024