Sunan Kalijaga terkenal dengan dakwahnya yang menggunakan pendekatan kesenian, salah satunya menciptakan baju takwa yang disebut surjan. Oleh karena itu, pertanyaan penting yang diangkat dalam artikel ini antara lain terkait bagaimana peran lurik sebagai bahan dasar surjan? Kedua, apakah melalui kain lurik tersebut bisa memberikan deskripsi tentang gambaran kehidupan masyarakat pada masa itu? Penelitian ini dilakukan dengan metode pustaka. Pertama, peneliti menentukan topik artikel setelah membaca beberapa referensi. Kedua, penelitian tidak dilakukan di lapangan, namun peneliti melalui beberapa langkah, yaitu mencari, mengumpulkan, dan menganalisis bahan literatur berupa jurnal, buku, berita online, dan dokumen lainnya. Hasil penelitian menunjukkan Sunan Kalijaga menghabiskan kehidupan masa kecilnya di era Kerajaan Majapahit yang hampir runtuh. Selama itu, ia menyadari adanya pelapisan sosial yang memberatkan golongan bawah laki-laki dan permasalahan iklim yang panas, salah satunya terkait aspek pakaian laki-laki. Kemudian ia menciptakan baju surjan berbahan dasar lurik yang baru resmi digunakan ketika masa Mataram Islam. Makna yang terdapat dari lurik bercampur dengan makna surjan, yaitu pentingnya kesederhanaan yang ditonjolkan dari motif garis dan bagaimana pentingnya tentang menanamkanĀ nilai-nilai Islam agar senantiasa hidup dengan mengingat Allah Swt. Artikel ini berkesimpulan bahwa hubungan antara Allah Swt. dengan manusia sangat yang tercermin dari baju surjan berbahan kain tenun lurik.
Copyrights © 2024