Abstrak Latar Belakang: Status gizi dan kesehatan ibu hamil merupakan suatu kondisi penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Kekurangan asupan gizi, berdampak pada tumbuh kembang janin yang tidak optimal baik fisik, mental dan kecerdasannya. Satu diantara beragam persoalan gizi yang dihadapi ibu hamil adalah Kekurangan Energi Kronik (KEK). Ibu hamil yang menderita KEK bisa menyebabkan hadirnya gangguan kesehatannya terhadap bayi serta ibu salah satunya berat badan lahirnya rendah bahkan kematian. Tujuan: guna mendapatkan informasi konektivitas kurang energi kronik untuk Ibu hamil lewat kejadian BBLR pada Puskesmas Boru. Metode: Jenisnya penelitian ini Analitik Korelasional dan rancangan Penelitiannya Studi Dokumentasi memakai pendekatan case control. Total populasi adalah total sampel sebanyak 179 orang yang dilakukan pengambilannya memakai teknik total sampling. Uji yang dipakai yakni Fishers Exact Test (alpha 5%). Hasil: dari 152 ibu yang tidak menderita KEK, didapatkan sebahagian besarnya tidak menderita BBLR sejumlah 145 orang (81,01%) dan sebahagian kecilnya menderita BBLR yaitu sejumlah 7 orang (3,91%). Sementara dari 27 ibu yang menderita KEK, dipahami lebih daripada setengah tidak merasakan BBLR sejumlah 18 orang (10,05%) dan kurang daripada setengah merasakan kejadian BBLR sejumlah 9 orang (5,03%). Kesimpulan: Berlandaskan resultan pengujian statistik Fishers Exact Test, dipahami bahwasanya skor p value sejumlah 0,001 lebih kecil daripada skornya α (0,05), atas dasar tersebut bisa dilakukan penyimpulan bahwasanya ada konektivitas antara kejadian KEK untuk ibu hamil dan juga kejadiannya BBLR di Puskesmas Boru. Kata Kunci: Ibu hamil, KEK, BBLR Abstract Background: Nutritional status and health during pregnancy are critical factors in determining the quality of human resources. Inadequate nutritional intake can impact the optimal growth and development of the fetus, affecting physical, mental, and cognitive aspects. One of the nutritional issues faced by pregnant women is Chronic Energy Deficiency (CED). Pregnant women experiencing CED may suffer from health complications for both themselves and their babies, including low birth weight and even mortality. Purpose: To determine the relationship between Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women and the incidence of low birth weight (LBW) at Boru Health Center.Method: This research is an Analytical Correlational study with a Document Study design and a case-control approach. The total population consists of 179 individuals, who were selected using total sampling techniques. The statistical test use the Fisher's Exact Test (with an alpha level of 5%). Results: Of the 152 mothers who did not experience Chronic Energy Deficiency (KEK), majority did not have Low Birth Weight (BBLR) with a count of 145 individuals (81.01%), while a smaller number experienced BBLR, totaling 7 individuals (3.91%). In contrast, among the 27 mothers who experienced KEK, more than half did not have BBLR, amounting to 18 individuals (10.05%), while less than half experienced BBLR, totaling 9 individuals (5.03%). Conclusion: Based on the results of the Fisher's Exact Test, the p-value of 0.001 is smaller than the alpha level of 0.05. Therefore, it can be concluded that there is a relationship between the incidence of nutritional anemia (KEK) in pregnant women and the incidence of low birth weight (BBLR) at the Boru Community Health Center Keywords: Pregnant women, CED, LBW
Copyrights © 2024