Bisnis di bidang peternakan memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia, salah satunya peternakan ayam petelur. Bukan tanpa alasan karena harga dan permintaan telur yang relatif stabil dan tingkat kematian (mortality rate) lebih rendah dibandingkan ayam pedaging. Kedua hal tersebut tidak serta merta menjadi faktor kesuksesan bisnis di bidang peternakan ayam petelur, tetapi kemampuan dalam mengendalikan faktor-faktor produksiĀ menjadi hal mutlak yang harus diperhatikan, salah satunya dalam pengendalian persediaan pakan ternak. Penelitian ini meggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) sebagai metode pengendalian persediaan pakan ternak dengan tujuan mengetahui jumlah pemesanan pakan ternak yang optimal. Dari observasi lapangan pada peternakan ayam petelur berskala mikro (< 1.000 unggas) didapat pola data pengguanaan pakan ternak 1 tahun terakhir, juga biaya simpan dan biaya pesan yang diperlukan dalam perhitungan EOQ. Hasilnya diketahui bahwa pemesanan pakan ternak yang optimal adalah sebanyak 18 zak dengan frekuensi pemesanan 11 kali pesan dalam setahun dan reorder point pada saat jumlah pakan ternak tersisa 1 zak, hal itu berpengaruh terhadap penurunan biaya persediaan sebesar Rp. 2.037.693.- dari semula sebesar Rp. 2.402.413.- menjadi Rp. 364.720.- per tahun.
Copyrights © 2024