Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kelekatan orang tua dalam regulasi emosi remaja akhir yang mengalami perceraian orang tua. Dalam konteks remaja, stabilitas emosional yang masih rendah dan pembentukan emosi yang belum matang sepenuhnya menjadi tantangan tersendiri, terutama saat menghadapi perceraian orang tua. Hubungan kelekatan antara orang tua dan remaja dianggap sebagai faktor kunci dalam pembentukan perkembangan sosial dan emosional remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling pada 72 remaja akhir berusia 18-21 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelekatan orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap strategi regulasi emosi expressive suppression, tetapi tidak signifikan terhadap regulasi emosi cognitive reappraisal. Implikasi temuan ini mengindikasikan kompleksitas hubungan antara kelekatan orang tua dan regulasi emosi remaja akhir yang perlu dipahami lebih lanjut. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana perceraian orang tua memengaruhi mekanisme regulasi emosi pada tahap akhir masa remaja.
Copyrights © 2024