Phenomenologi agama, dalam Bahasa Inggris Phenomenology of religion, dalam Bahasa Jerman Religiansphanomenologie, dan dalam Bahasa Belanda Godsdiensfenomenologie. Nama ini sering dipakai oleh para sarjana continental, dalam artian benua Eropah, dalam studi yang disebut Perbandingan Agama atau yang secara sematik Studi Perbandingan Agama. Selanjutnya Perbandingan Agama atau studi Perbandingan Agama ini dikalangan sarjana yang berminat mempelajari Agama-agama Bernama Sejarah Agama-agama. Dalam hal ini ada dua dasar pertimbangan pemberian nama Sejarah Agama-agama ini. Pertimbangan pertama adalah merupakan hasil keputusan salah satu kongresnya yang membentuk sebuah perhimpunan Internasional yang Bernama “Interternasional Association for the History of Religion” yang dalam Bahasa Indonesia lebih kurang “Perhimpunan Sejarah Agama-agama Internasional”. Pertimbangan lain adalah tidak begitu mudah menterjemahkan ungkapan Bahasa Jerman Religionswissenschaft ke dalam bahas Inggris. Para sarjana memaksakan penggunaan ungkapan History of Religions, Sejarah Agama-agama, dalam artian yang paling luas. Dalam ungkapan atau istilah ini mencakup bukan saja sejarah tetapi juga studi perbandingan agama, morphologi agama dan Phenomenologi agama. Oleh karena itu dalam proses perkembangannya kemudian sejarah Agama-agama ini telah diakui sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuaan.Add to Phrasebook No word lists for Malay → Indonesian... Create a new word list...Copy
Copyrights © 1980