Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah

KONSEP BISNIS KAUM MADYAN DALAM AL-QUR’AN: TELAAH TAFSIR AS-SA’DI

Imam, M. Imam Muslim Nasution (Unknown)
Arifinsyah2, Arifinsyah (Unknown)
Siti Ismahani, Siti Ismahani (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Aug 2024

Abstract

Konsep bisnis yang dilakukan oleh kaum Madyan yang diungkap dalam Al-Qur'an melalui ayat-ayat Surah Al-A'raf ayat 85, Surah Hud ayat 84-85, dan Surah Asy-Syu'ara ayat 181-183 dalam penafsiran As-Sa’di. Al-Qur'an memberikan panduan yang jelas mengenai praktik bisnis yang adil dan jujur. Nabi Syu'aib memerintahkan kepada kaum Madyan pentingnya memenuhi takaran dan timbangan dengan benar, tidak merugikan hak orang lain, tidak membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengganggu orang lain. Alquran menegaskan azab bagi pelaku curang dalam berbisnis. Prinsip-prinsip ini mencerminkan nilai-nilai keadilan, integritas, dan tanggung jawab sosial yang menjadi pondasi dalam kegiatan ekonomi yang berkelanjutan dan beretika. Penelitian ini menemukan bahwa konsep bisnis yang dilakukan kaum Madyan sangat bersimpangan dengan etika berbisnis yang benar menurut Al-Qur’an yang dibawakan nabi Syu’aib As dan banyak kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh kaum madyan dalam hal berdagang atau berbisnis, seperti mengurangi takaran dan timbangan, menjual dengan harga barang yang rusak sama dengan barang yang baru (masih bagus) dan menjual barang dengan harga yang tinggi melebihi modal. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam ajaran Nabi Syu'aib dapat menjadi panduan bagi pelaku bisnis untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang adil, transparan, dan berkelanjutan, yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga berdampak positif pada kesejahteraan sosial dan lingkungan.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

tashdiq

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah adalah jurnal yang terbit 3 kali setahun pada bulan Maret, Juli, dan November. Jurnal ini merupakan jurnal kajian ilmu agama, tidak hanya mengacu pada satu agama saja, ada 6 agama yang diakui di Indonesia bisa diterima pada jurnal ini. Selain itu jurnal ini ...