Kenaikan harga cabai yang konsisten setiap tahunnya terutama saat perayaan seperti hari raya, sering kali menyebabkan kelangkaan dan peningkatan drastis dalam harga. Hal ini mendorong banyak petani, termasuk di Desa Buntu Pema, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang, untuk menjadikan cabai sebagai hasil pertanian utama. Meskipun beragam jenis benih cabai digunakan oleh para petani, pemilihan bibit masih dilakukan secara manual, menyebabkan ketidaksesuaian dengan harapan pada saat panen. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan metode Weighted Product sebagai sistem pendukung keputusan dalam pemilihan bibit cabai unggul. Data penelitian yang digunakan adalah data penilaian bibit cabai dengan kriteria potensi hasil, musim tanam, tekstur cabai, banyaknya ranting, dan ketahanan terhadap penyakit. Penelitian ini berhasil menerapkan metode Weighted Product untuk membantu petani dalam memilih bibit cabai unggul. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa Cabai Lokal mendominasi peringkat tertinggi sebagai bibit yang paling unggul dengan nilai Vektor V sebesar 0,0606.
Copyrights © 2024