munculnya banjir yang merugikan aktifitas kehidupan. Banjir yang berasal dari luapan sungai, drainase kawasan maupun pasang surut air laut umum terjadi di sebagian kota besar di Indonesia. Sistem drainase makro dan mikro menjadi objek pembicaraan saat musim hujan datang.Berkurangnya lahan untuk penyerapan air, bertambahnya luasan permukiman dan usaha menjadi umum terlihat di pinggiran kota besar saat ini. Daerah bantaran sungai menjadi berkurang dampak perluasan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan aktifitas manusia. Koefisien pengaliran pada siklus hidrologi sebagai suatu keseimbangan alam semakin membesar seiring pembangunan yang terjadi. Rekayasa teknis telah disiapkan untuk menekan dampak resiko banjir, namun perlu dipararelkan dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan fenomena alam ini. Usulan kolam retensi banjir untuk menekan puncak banjir di Kecamatan Medan Tuntungan tidak menjadikan daerah ini bebas banjir, namun setidaknya mengurangi resiko yang terjadi.
Copyrights © 2024