Material penyusun dinding pada rumah tinggal di Indonesia umumnya merupakan bata merah lokal, namun, kini bata ringan mulai banyak digunakan sebagai pengganti bata merah. Perbedaan material pada dinding bangunan dapat mengakibatkan respons seismik yang berbeda. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pada tiga variasi denah rumah tinggal satu lantai dengan material dinding bata merah dan dinding bata ringan untuk mengetahui perbandingan besar respons gempa, tegangan geser, serta variasi besar tegangan geser yang terjadi pada setiap denah. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa denah dengan dinding bata ringan memiliki respons akibat gempa dan tegangan geser yang lebih kecil dibandingkan denah dengan dinding bata merah. Namun, tegangan geser izin milik dinding bata ringan juga lebih rendah, sehingga walaupun memiliki respons gempa dan tegangan geser yang lebih kecil, dinding bata ringan lebih dahulu mengalami kerusakan. Besar tegangan geser yang dialami oleh setiap denah juga bervariatif walaupun bangunan memiliki ukuran yang sama. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan karakteristik masing-masing denah yang meliputi persebaran kekakuan dinding pada arah-X dan arah-Y, eksentrisitas dinding dari titik pusat kekakuan, dan juga arah gaya geser akibat torsi.Kata kunci : dinding bata merah, dinding bata ringan, tegangan geser
Copyrights © 2023