Untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu investasi, perlu dilakukan analisis kelayakan atau disebut juga feasibility study (FS). Analisis kelayakan finansial dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan investasi pada pengembangan perumahan ini dan kelayakan sensitivitas dilakukan untuk menilai bagaimana hasil analisis proyek dapat berubah jika terjadi perubahan dalam dasar perhitungan biaya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas pada pengembangan perumahan agar dapat meminimalisir suatu kerugian finansial yang kemungkinan terjadi dalam investasi pengembangan perumahan ini. Berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial, untuk skenario optimistis didapatkan nilai NPV sebesar Rp570.405.259 > 1, BCR sebesar 1,059 , IRR sebesar 36,26% > 8,7% (MARR), dan PP selama 3,9 tahun. Dalam skenario moderat didapatkan nilai NPV sebesar Rp503.345.650 > 1, BCR sebesar 1,053 , IRR sebesar 26,58% > 8,7% (MARR), dan PP selama 4,0 tahun. Dalam skenario pesimistis didapatkan hasil NPV sebesar Rp386.941.822 > 1, BCR sebesar 1,041 , IRR sebesar 18,39% > 8,7% (MARR), dan PP selama 4,4 tahun. Secara finansial, investasi perumahan ini layak dan menguntungkan. Penurunan pendapatan sebesar 5% dapat membuat penurunan keuntungan yang cukup drastis. Kata kunci: Analisis Kelayakan, Kelayakan Finansial, Kelayakan Sensitivitas
Copyrights © 2023