Effluent dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan. Dampak negatif pada lingkungan disebabkan oleh polutan organik sedangkan dampak positif sebagai sumber unsur hara. Penelitian ini dilakuan untuk mengetahui kombinasi volume effluent peternakan sapi dan takaran pupuk anorganik terhadap petumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Percobaan dilaksanakan di lahan peternakan Mifama farm yang terletak di Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibereum, Kota Tasikmalaya dari bulan Februari sampai bulan April 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 kombinasi perlakuan, A = Effluent 0% kapasitas lapang + 300 kg/ha Urea + 150 kg/ha SP36 + 100 kg/ha KCl, B = Effluent 100% kapasitas lapang, C = Effluent 100% kapasitas lapang + 225 kg/ha Urea + 112,5 kg/ha SP36 + 75 kg/ha KCl, D = Effluent 100% kapasitas lapang + 150 kg/ha Urea + 75 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl, E = Effluent 50% kapasitas lapang + 225 kg/ha Urea + 112,5 kg/ha SP36 + 75 kg/ha KCl, F = Effluent 50% kapasitas lapang + 150 kg/ha Urea + 75 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl diulang sebanyak 4 kali. Kombinasi volume effluent peternakan sapi dan takaran pupuk anorganik berpengaruh terhadap panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot per tanaman dan berat tongkol tanpa kelobot per tanaman. Tapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan diameter tongkol tanpa kelobot. Kombinasi effluent peternakan sapi 50% kapasitas lapang dan takaran pupuk anorganik 150 kg/ha Urea + 75 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.
Copyrights © 2024