Hewan ternak terkhususnya kuda merupakan hal penting dalam kehidupan masyarakat Sumba. Kuda bukan semata-mata sebagai hewan peliharaan atau bagian dari harta kekayaan saja, tetapi juga berkaitan dengan cara hidup dan kepercayaan lokal Sumba yaitu Marapu. Sebelum banyaknya kendaraan bermotor dalam aktivitas sehari-hari prang Kodi masih memanfaatkan kuda sebagai alat transportasi. Pada ranah adat dan tradisi kuda merupakan aspek yang harus dihadirkan. Misal dalam adat perkawinan orang Kodi, kuda difungsikan sebagai mahar atau belis yang diberikan dari pihak laki-laki ke pihak perempuan. Secara tidak langsung kuda merupakan media untuk membangun suatu ikatan kekerabatan. Kuda memiliki aspek religius, hubungan manusia dengan kuda tidak hanya pada saat masih hidup, tetapi hingga setelah kematian. Orang Kodi percaya bahwa orang mati perlu diberi penghormatan dengan mengorbankan kuda yang nantinya akan menjadi bekal orang mati dan mengantarkan dia ke parai marapu atau akhirat. Namun demikian populasi kuda di Kodi kian menurun karena lahan basis pakan sudah mulai menyusut karena berkembangnya pertanian dan masyarakat banyak yang menjual kudanya ke luar Sumba. Hal itu didasari karena transportasi sudah digantikan dengan kendaraan bermotor dan kebutuhan ekonomi yang meningkat mendorong masyarakat menjual kudanya. Fenomena tersebut akhirnya membuat orang Kodi menjadi kesulitan untuk mendapatkan kuda. Namun di lain sisi kuda penting bagi orang Kodi terutama dalam upacara adat atau tradisi. Oleh karena itu penelitian ini mengangkat rumusan masalah: 1) Bagaimana kesulitan sosial yang dihadapi orang Kodi dalam mempraktikkan tradisinya? 2) Bagaimana nilai kuda dalam kehidupan tradisi orang Kodi di tengah kesulitan dalam mempraktikkan tradisi hari ini?
Copyrights © 2023