. Simulakra dan Hyperealitas adalah teori yang dijabarkan oleh Jean P Baudrillard sebagai pembahasan mengenai kritik struktuk semiotika yang linier. Permasalahan, terhadap tanda-tanda yang sudah carut marut menciptakan kecendrungan citranya objek (penanda) lebih diperhatikan daripada maknanya (petanda).Tema ini akan diangkat menjadi ide pokok penciptaan karya seni grafis sekaligus sebagai sarana edukasi bagi khalayak umum serta menjadi sarana untuk menyalurkan inspirasi penulis lewat media karya grafis dengan tugas akhir berupa pameran grafis. Kegiatan ini juga bertujuan menjelaskan bagaimana visualisasi karya grafis penulis dengan tema simulacra dan hyperrealitas. Dalam proses penciptaan karya seni grafis, penulis memakai dua landasan teori yakni pop culture dan semiotika. Sedangkan dalam metode penciptaan karya, penulis mengacu pada metode gagasan Alma M. Hawkins yang dijelaskan dalam tiga tahapan yakni Eksplorasi, Improvisasi, dan Forming. Dengan penciptaan karya grafis yang nantinya akan menggunakan teknik sablon dan lukis pada kanvas. Penciptaan penulis di atas, nantinya akan menghasilkan delapan karya, diantaranya yakni berjudul,Conquistador, Panasea #1,Panasea#2 dan lain sebagainya. Konsep penyajian karya akan di realisasikan dalam sebuah pameran grafis di Galeri FIB gedung A. Melalui pameran dengan tajuk “Simulakra dan Hyperrealitas”, ini ditujukan untuk memberikan pandangan baru dari sisi lain dunia modern dengan topik simulakra dan hyperealitas serta perwujudannya berupa pameran grafis baik itu sebagai rekreasi maupun edukasi.
Copyrights © 2024