Al-Qur’an sebagai bayyinah; pembeda antara yang hak dengan bathil, baik buruk, jalan kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah telah menjelaskan dalam surat al-Imran QS. 3: 7. tentang ayat-ayat yang dapat dipahami dengan segera dinamakan dengan ayat muhkamat sebagai pokok-pokok isi al-Qur’an (Ummul al-Kitab) dan mutasyabihat ayat yang samara-samar pemahamannya. Untuk memahami ayat ini dibutuhkan ilmu yang mendalam tentang bahasa Arab dan uslub-uslubnya serta teori perubahan social yang memadai. Masyarakat dan tatananya telah banyak berubah memungkinkan orang mencari padanannya dalam al-qur’an dengan menta’wil ayat-ayat mutasyabihat. Perubahan itu terjadi karena efek dari industrialisasi, menjadikan masyarakat abtrak tanpa wajah kemanusiaan. Dalam konteksnya, manusia dan peranannya menjadi samar-samar (mutasyabihat). Karena itu ayat mutasyabihat menjadi penting dikaji dalam perpektif sosiologis.
Copyrights © 2020