Penelitian ini mengkaji pemikiran progresif para tokoh Muslimah di Manado terhadap hadis-hadis yang sering dikategorikan sebagai misoginis, dengan fokus pada isu kepemimpinan perempuan. Penelitian ini melibatkan 12 tokoh Muslimah yang aktif dalam organisasi keagamaan terkemuka seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muslimat NU Manado, Aisyiah, dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT). Para tokoh tersebut juga memiliki peran penting dalam membina majelis taklim dengan aktivitas kajian yang terstruktur dan teratur. Dengan menggunakan teori hermeneutika, teori Mubadalah dan interpretasi tekstual-kontekstual, penelitian ini mengungkapkan bahwa para tokoh Muslimah tersebut memahami hadis-hadis yang terkait dengan kepemimpinan perempuan sejalan dengan teori hermeneutika understanding, kontekstual dan Mubadalah , dengan mempertimbangkan perkembangan zaman dan asbab al-wurud hadis mereka berpendapat bahwa hadis Ratu Kisra tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasi perempuan, melainkan harus dipahami sebagai peringatan agar kepemimpinan dipegang oleh individu yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai, terlepas dari jenis kelamin.
Copyrights © 2023