Indonesia memiliki sastra lisan yang tersebar di berbagai daerah. Sastra lisan yang tersebar, banyak yang mengalami kepunahan karena kurangnya upaya pelestarian. Penggunaan sastra lisan sebagai bahan ajar mulai dilakukan oleh guru guna melestarikan sastra lisan dalam dunia pendidikan. Salah satu sasra lisan Jawa Tengah adalah Babad Sokaraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengaji potensi bahan ajar dalam Babad Sokaraja sebagai wujud pelestarian sastra lisan Banyumas melali pendidikan. Sumber pokok dalam penelitian ini adalah Babad Sokaraja yang berasal dari Banyumas, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti menggunakan teknik studi kepustakaan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan cara mereduksi data, mendeskripsikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian yaitu Babad Sokaraja berpotensi menjadi bahan ajar sastra dan seni. Penggunan Babad Sokaraja sebagai bahan ajar oleh guru merupakan sebagai wujud pelestarian sastra lisan Banyumas melalui pendidikan.
Copyrights © 2023