AT TA´DIB
Vol 8, No 2 (2013): Urgensi Pendidikan Pesantren

Problem Teologis Pendidikan Multikultural

Prihanto Prihanto (Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor)



Article Info

Publish Date
14 Dec 2013

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan wacana baru yang ditawarkanuntuk mengenalkan keanekaragaman budaya. Model pendidikan semacamini merupakan sebuah paradigma pendidikan yang inklusif dan pluralis.Tawaran tersebut hadir dikarenakan, pendidikan agama selama inidianggap sebagai pendidikan yang eksklusif dan dogmatis. Pendidikanmultikultural yang mengajarkan kepada siswa untuk menghargaikeragaman budaya, suku, ras, etnis, agama, mengalami problem teologis.Problemnya Yaitu: dekonstruksi konsep tauhid, relativisme kebenaran, antiotoritas penafsiran. Dengan ajaran yang semacam ini, mindset siswa jugabermasalah. Karena, selain dia mengakui agamanya sendiri, juga mengakuikebenaran agama lain. Pada kenyataannya, pendidikan multikulturalbukan hanya mengajarkan kepada peserta didik tentang keragaman budaya,suku ras, etnis dan agama, tetapi juga mengajarkan paham pluralismeagama, relativisme, dan humanisme sekuler. Berarti pendidikan model initidak membentuk manusia yang bertakwa kepada Allah swt. Padahal Tuja-un pendidikan adalah menjadikan siswa bertakwa kepada Allah, sehinggaia menjadi orang yang beriman, Bukan menjadi manusia yang skeptik danjauh dari nilai-nilai ketauhidan.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

TADIB

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

At-Ta'dib adalah media ilmiah bidang kependidikan Islam, baik berupa studi kepustakaan, hasil penelitian maupun karya ilmiah terkait. Terbit dua kali dalam setahun, sebagai sarana pengembangan tradisi keilmuan insan tarbiyah dan pendidikan pada umumnya. Jurnal kependidikan Islam ini diterbitkan oleh ...