Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan kepada mitra minuman herbal Tempo Doeloe di Ketintang, Kec. Wonokromo Surabaya. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah tentang kesulitan meningkatkan produktivitasnya dalam pemenuhan permintaan produk minuman herbal. Penjualan minuman tradisional pada saat pandemi COVID-19 sempat mengalami kenaikan dikarenakan minuman tersebut berkhasiat dalam menjaga imunitas tubuh. Pelaku usaha gagal dalam mengambil kesempatan itu karena beberapa alasan di antaranya adalah kurangnya inovasi produk dalam upaya meningkatkan produktivitas usaha tersebut. Upaya peningkatan produktivitas dilakukan dengan penerapan teknologi minim kontak yaitu penggunaan alat bantu parut dan pemeras rempah guna meminimalisir kontak tangan pada bahan baku. Alat ini dapat mempercepat proses penghalusan bahan serta untuk menjaga higienitas produk dan mempercepat proses pengemasan. Penerapan alat tersebut hingga akhir pendampingan menghasilkan peningkatan produktivitas sebesar 400% dan penurunan harga pokok produksi, sehingga meningkatkan margin laba usaha produk minuman herbal sebesar 31,3%.
Copyrights © 2024