Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Six Sigma serta bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas menggunakan metode Six Sigma. Dari hasil pengukuran data yang diperoleh pada bulan Januari 2022 bahwa untuk Critical to Quality (CTQ) kunci Bedasarkan data perhitungan dengan Peta kendali P didapatkan hasil CL sebesar 0,099, UCL sebesar 0,357, LCL sebesar -0,160 artinya jenis Defect masih berada dalam batas kendali perusahaan. Dan bedasarkan data perhitungan Level Sigma sebelumnya didapatkan hasil OP sebesar 105, TOP 1260, DPO 0,357 dan DPMO sebesar 357,145 dengan rata-rata 3,4 sigma tingkat kesuksesannya yaitu 97,13% yg artinya nilai sigma berada di rata-rata industri indonesia. Bedasarkan diagram pareto, bahwa 54% untuk Daun dan 39% untuk cacat Blemish. Untuk nilai sigma pada produksi bulan Januari adalah 3,4 sigma, Kemudian dilanjutkan dengan menganalisa penyebab cacat Daun dan Blemish dengan menggunakan diagram sebab akibat dan usulan rencana perbaikan. Dari analisis diagram sebab akibat bahwa faktor penyebab kecacatan berasal dari faktor lingkungan, material, dan manusia. Setelah itu dengan usulan rencana perbaikan dapat diketahui bahwa penyebab kegagalan adalah lingkungan, material, manusia pada saat proses produksi berjalan. Untuk upaya perbaikan dari permasalahan tersebut maka diperlukan pemeriksaan kondisi lingkungan, material dan manusia.
Copyrights © 2024