Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena siswa broken home keterampilan komunikasi interpersonalnya masih belum efektif. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan komunikasi interpersonal ditinjau dari aspek keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian yaitu kelas X dan XI dengan jumlah 618 siswa. Sampel penelitian ini adalah 41 siswa broken home yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan memberikan instrumen penelitian berupa kuesioner komunikasi interpersonal anak broken home yang sudah uji validitas dengan rumus pearson correlation (0.361) dan uji reliabilitas dengan rumus cronbach’s alfa (0.954), kemudian diolah menggunakan metode statistik deskriptif. Hasilnya menunjukkan komunikasi interpersonal siswa broken home umumnya rendah (50,9%), dengan aspek keterbukaan (49,8%), sikap positif (43,8%), dan kesetaraan (43,6%) rendah, sementara empati (51,1%) dan sikap mendukung (53,9%) berada di kategori sedang. Konselor atau Guru BK disarankan memberikan layanan informasi, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok
Copyrights © 2024