Transformasi sumber daya manusia (SDM) kesehatan menjadi prioritas dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan dan mencapai tujuan pembangunan kesehatan berkelanjutan. Academic Health System (AHS) muncul sebagai strategi untuk mempercepat transformasi ini dengan mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan layanan kesehatan. Namun penerapan AHS di Provinsi Sulawesi Selatan menghadapi beberapa tantangan, antara lain resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, dan koordinasi antar lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan utama penerapan AHS di provinsi tersebut. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Wawancara dilakukan terhadap 20 orang, termasuk pimpinan institusi layanan kesehatan, direktur rumah sakit, pejabat pemerintah daerah, profesional kesehatan, dan mahasiswa kedokteran. Informan dipilih dengan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan AHS di Sulawesi Selatan berpotensi meningkatkan kualitas dan distribusi tenaga kesehatan. Namun tantangan seperti penolakan terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, dan koordinasi antar lembaga perlu diatasi. Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang tepat, penerapan AHS di Sulawesi Selatan dapat menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan tenaga kesehatan.
Copyrights © 2024