Ketersediaan biji coklat memberikan kesempatan bagi pelaku usaha mikro membuka peluang usaha yang signifikan bagi masyarakat setempat. Tanaman kakao, sebagai penghasil biji coklat tidak terlalu sulit untuk akses sebagai bahan baku di sekitar wilayah Mojokerto. Namun, olahan coklat di wilayah ini masih minim, sehingga diperlukan diversifikasi produk, seperti brownies coklat, dengan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran brownies coklat melalui analisis SWOT. Sistem pemasaran di Wisata Desa menggunakan pemasaran langsung melalui penjualan di tempat industri dan pemasaran tidak langsung dengan menyalurkan produk ke Kampung Coklat sebagai mitra kerja. Kekuatan produk brownies coklat di Wisata Desa terletak pada kualitas produk dan pelayanan pelanggan, sementara kelemahannya mencakup administrasi keuangan yang tidak tertulis, ketiadaan investor yang menghambat pengembangan usaha, dan kurangnya media promosi visual seperti iklan. Peluang terbesar adalah menguasai pasar lokal karena minimnya produk sejenis di Kabupaten Mojokerto. Namun, ancaman terbesar adalah fluktuasi harga bahan baku telur dan masa kadaluarsa produk yang singkat. Strategi pemasaran yang digunakan Wisata Desa dalam mengembangkan produk brownies coklat adalah dengan mengandalkan keunggulan produk.
Copyrights © 2024