Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif merupakan isu penting dalam konteks kesetaraan gender dan partisipasi politik. Artikel ini mengkaji pengaruh sistem pemilihan umum dan penerapan kebijakan Kvinnovkot (kuota perempuan) terhadap keterwakilan politik perempuan di parlemen Swedia. Melalui pendekatan kualitatif dengan tinjauan literatur, artikel ini menganalisis konsep Kvinnovkot, sejarah penerapannya, dan dampaknya terhadap keterwakilan perempuan. Sistem pemilu Swedia, yang didasarkan pada sistem proporsional dengan daftar calon partai, memberikan landasan bagi partai politik untuk memprioritaskan keterwakilan perempuan melalui daftar calon mereka. Selain itu, kebijakan Kvinnovkot didukung oleh undang-undang diskriminatif positif untuk mengamankan kesetaraan gender dalam politik.Meskipun tantangan dalam implementasi dan resistensi masih ada, keberhasilan kebijakan ini menunjukkan bahwa dengan adopsi kebijakan yang tepat dan sistem pemilihan yang mendukung, keterwakilan politik perempuan dapat ditingkatkan secara signifikan. Dengan analisis terhadap sistem pemilu dan kebijakan Kvinnovkot, artikel ini mengidentifikasi upaya Swedia dalam meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen dan memberikan wawasan tentang peran sistem pemilihan umum dalam mendorong inklusivitas politik.
Copyrights © 2024