Diagnosis keperawatan telah diterapkan di berbagai rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya, namun pengetahuan perawat terkait indikator-indikator diagnostik untuk penegakan diagnosis masih perlu ditingkatkan agar penegakan dapat dilakukan secara tepat dan terstandarisasi. Selain itu, proses penegakan diagnosis tidak dianggap sulit dan perlunya keseragaman agar nantinya dapat disesuaikan dalam proses asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien. Jenis rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan menggunakan metode Cross Sectional Study. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang akan diteliti berdasarkan teknik non probaility sampling adalah sebanyak 70 responden dengan memenuhi kriteria inklusi diataranya perawat yang bertugas di rumah sakit saat penelitian, perawat yang bekerja sekurang-kurangnya 1 tahun dan perawat yang bersedia menjadi responden. Untuk kriteria eklusinya adalah perawat yang sedang cuti saat proses pengambilan data, perawat yang sedang sakit atau izin pada saat pengambilan data. Waktu pengambilan data pada bulan Oktober-November 2022. Pengambilan data menggunakan instrumen kuesioner setelah data terkumpul, maka data diolah menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan perawat dengan kelengkapan pendokumentasian diagnosis keperawatan berbasis standar diagnosis keperawatan Indonesia. Maka dari itu disarankan untuk tetap memempertahankan dan meningktakan pengetahuan perawat.
Copyrights © 2023