Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengendalian persediaan bahan baku rotan pada usaha Rafflesia Rotan dan Sri Rotan, meliputi kuantitas pemesanan per batch, kuantitas safety stock, reorder point untuk pemesanan ulang, serta total biaya persediaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, dengan objek penelitian adalah usaha Rafflesia Rotan dan Sri Rotan. Data yang digunakan mencakup data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan metode EOQ, analisis safety stock, analisis reorder point, dan analisis total biaya persediaan (total cost). Berdasarkan hasil analisis, kuantitas pembelian optimal per pesanan pada usaha Rafflesia Rotan adalah 495-500 batang, dengan kuantitas safety stock sebesar 180-196 batang. Reorder point ditetapkan pada 207-226 batang, dan total biaya persediaan sebesar Rp.42.539.799,1-Rp.45.333.881,2 per tahun. Sedangkan pada usaha Sri Rotan, kuantitas pembelian optimal per pesanan adalah 534-631 batang, dengan kuantitas safety stock sebesar 55-88 batang. Reorder point berada pada 71-101 batang, dan total biaya persediaan sebesar Rp.13.347.818,6-Rp.15.790.625 per tahun.
Copyrights © 2024