This paper aims to reveal colonial construction of city space in a dystopian novel, Divergent by Veronica Roth and to analyze the resistance of the main character, Tris Prior, as a form of negotiation toward the postcolonial space. This research will be using postcolonial space theory by Sara Upstone. The result of this discussion shows that the colonial in the novel Divergent constructed colonial space on a city scale in order to maintain their control toward their colonical object by arousing chaos and doing overwriting also establishing the orders and borders in Chicago as a postcolonial city space. Chicago, which was originally a flexible and fluid space, was constructed into an absolute, orderly and rigid place. Violations of rules and boundaries created by the colonial then formed a new structure called post-space as a spatial response to postcolonial space. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengungkap konstruksi ruang kota pascakolonial di dalam novel bertema distopia Divergent karya Veronica Roth serta menganalisis resistensi yang dilakukan oleh tokoh utama, Tris Prior, sebagai bentuk negosiasi terhadap ruang pascakolonial. Penelitian ini menggunakan teori ruang pascakolonial yang dikemukakan oleh Sara Upstone. Hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa pihak kolonial dalam novel Divergent melakukan suatu upaya konstruksi ruang dalam skala kota guna mempertahankan kontrol terhadap masyarakat kolonialnya dengan memunculkan chaos dan melakukan overwriting serta menerapkan aturan-aturan dan batasan-batasan di kota Chicago sebagai ruang kota pascakolonial. Chicago yang awalnya merupakan suatu ruang yang lentur dan cair dikonstruksi menjadi tempat yang absolut, teratur, dan kakuPelanggaran-pelanggaran terhadap aturan dan batasan yang diciptakan pihak kolonial kemudian membentuk suatu struktur baru yang disebut post-space sebagai respon spasial ruang pascakolonial.
Copyrights © 2023