Pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi dinamika industri yang terus berkembang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan konseling dan pembimbingan dalam penerapan kaizen management di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dengan tahap pembuatan proposal, dilanjutkan dengan survei dan peninjauan lokasi setelah itu melakukan wawancara, kemudian dilakukan tahapan mengidentifikasi permasalahan mitra dan mengidentifikasi kebutuhan peralatan untuk pelatihan dan pembimbingan, setelah itu dilakukan pelaksanaan kegiatan. Pada tahap wawancara ditemukan permasalahan perlunya memperkenalkan prinsip-prinsip yang berlaku di dunia kerja/industri kepada siswa untuk memperkaya pengetahuan siswa sebelum memasuki dunia kerja, akhirnya disepakati untuk dilaksanakan pemberian materi terkait kaizen manajemen untuk memperkenalkan salah satu prinsip dasar yang digunakan di dunia industry. Prinsip Kaizen itu sendiri sudah banyak diterapkan pada perusahaan. Dengan memahami prinsip-prinsip Kaizen Manajemen, siswa akan memiliki bekal untuk berkontribusi dalam upaya perbaikan berkelanjutan di tempat kerja mereka nantinya. Kaizen itu sendiri merupakan filosofi manajemen berkelanjutan yang berfokus pada perbaikan terus-menerus. Pengabdian ini melibatkan kolaborasi antara dosen, tenaga pengajar/guru, dan siswa SMK. Sebelum memulai kegiatan tim PKM membagikan kuisioner yang harus diisi oleh peserta pelatihan. Pertanyaan ini digunakan untuk melihat pemahaman peserta terlebih dahulu terkait topik kaizen. Setelah itu baru dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan dan pembimbingan. Setelah kegiatan pelatihan dan pembimbingan selesai, dilanjutkan dengan menyebarkan kuisioner post test. Hal ini dilakukan untuk mengukur seberapa pemahaman peserta terkait materi yang telah disampaikan. Berdasarkan hasil Hasil analisis pre-test dan post-test terlihat adanya dampak positif. Sebelum mengikuti sosialisasi, nilai rata-rata pengetahuan peserta sebesar 2,150, sedangkan setelah sosialisasi rata-rata nilai peserta post-tes sebesar 4,552. Artinya terdapat peningkatan pemahaman sebesar 2,402 poin atau 111,7% yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap prinsip Kaizen. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi sudah efektif sesuai dengan tujuan kegiatan.
Copyrights © 2024