Artikel ini mengkaji intelektualisme pesantren yang sejak dahulu merawat tradisi mereka dalam menjaga transmisi ilmu dengan koneksi isnad (geneologi) dengan menggunakan jenis penelitian library reseach (kepustakaan) dengan menggunakan analisis deskriptif tentang ketersambungan genelogi intelektualisme pesantren di Indonesia terhadap Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Mahfudz at-Tarmasi yang bertujuan menggambarkan secara sistematis dan faktual tentang data yang ditemukan, kemudian diolah dan dianalisis sesuai teori yang ada. Pesantren di Indonesia mempunyai geneologi yang tersambung dengan Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Mahfudz at-Tarmasi. Kedua ulama internasional ini menjadi jembatan penghubung transmisi intelektual dari pusat peradaban timur tengah menuju pesantren-pesantren di Indonesia dengan tersebarnya murid-murid beliau di wilayah nusantara, seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan, dua ulama nusantara pendiri dua organisasi Islam terbesar di Indonesia. Selain mentransfer intelektualitas lewat pembelajaran, Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Mahfudz at-Tarmasi juga mempunyai banyak karya kitab yang sampai saat ini menjadi kurikulum di setiap satuan lembaga pendidikan di pesantren.
Copyrights © 2024