Salah satu dampak pertumbuhan penduduk adalah ketersediaan beras menjadi sulit karena fenomena itu mengindikasikan besarnya kebutuhan beras yang harus tersedia. Pertumbuhan penduduk dan ketersediaan beras yang tidak seimbang merupakan suatu masalah yang serius bagi penduduk suatu wilayah. Pertumbuhan adalah perubahan populasi sewaktu waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan ”per waktu unit”untuk mengukur. Ketersediaan beras dalam jumlah yang cukup merupakan pilar utama bagi pembengunan nasional. Metode analisis dilakukan secara kuantitatif kemudian dideskripsikan secara kualitatif. Mendukung keakuratan serta efesiensi waktu menganalisis data penulis menggunakan microsoft excell. Perkembangan penduduk di kabupaten Rote Ndao meningkat setiap tahunnya, dimana angka pertumbuhan penduduk dalam rentang waktu tahun 2014-2023 sebesar 1.37%. Jumlah penduduk tahun 2023 sebanyak 150.521 jiwa sehinnga dapat diproyeksikan bahwa jumlah penduduk pada tahun 2025 akan menjadi 154.678 jiwa, tahun 2030 sebanyak 165.581 jiwa dan tahun 2035 akan terus meningkat menjadi 177.253 jiwa. Ketersediaan beras pun meningkat setiap tahunnya, dimana pada tahun 2014 sebesar 209,11 ton, tahun 2023 meningkat menjadi 258,57 ton. Hasil proyeksi ketersediaan beras tahun 2025, 2030 dan 2035 berturut-turut adalah 269,78 ton, 300 ton dan 333,59 ton. Hal ini menunjukan bahwa peningkatan jumlah ketersediaan beras sejalan dengan jumlah pertumbuhan penduduk. Terjadi peningkatan pertumbuhan penduduk dan jumlah ketersediaan beras setiap tahunnya baik pada tahun 2023 sampai pada tahun proyeksi yakni tahun 2025-2035 serta ketersediaan beras di kabupaten Rote Ndao tergolong tersedia sampai tahun 2035.
Copyrights © 2024