Kehamilan menyebabkan mual dan muntah yang dikenal sebagai emesis gravidarum, yang disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen atau subunit beta Human Chorionic Gonadotropin (beta-HCG). Komplikasi dari emesis menjadi hyperemesis gravidarum dan berdampak pada janin bayi lahir dengan berat rendah dan kelahiran prematur. Penatalaksanaan emesis dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan terapi non farmakologi, Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui efektifitas aromaterapi pappermint dan ginger untuk mengatasi emesispada ibu hamil. Metode yang digunakan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan melakukan pengukuran tingkat muntah menggunakan lembar kuisioner PUQE-24 pada ibu hamil setelah diberikan aromaterapi. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa aromaterapi pappermint oil lebih dominan dari pada ginger oil.
Copyrights © 2023