Masalah kesehatan jiwa masih menjadi permasalahan yang serius di dunia, termasuk di Indonesia. Tingginya kasus depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, hingga skizofrenia masih belum bisa diatasi. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan prevalensi gangguan jiwa berat seperti skizofrenia dari 1,7 per 1.000 rumah tangga menjadi 70 per 1.000 rumah tangga. Pada kegiatan ini dilakukan pemeriksaan dan penatalaksanaan secara komprehensif dengan pendekatan kedokteran keluarga. Menerapkan prinsip pendekatan kedokteran keluarga secara holistik dan komprehensif dalam mendeteksi faktor risiko internal dan eksternal serta menyelesaikan masalah bersifat family focused, patient centered dan community based. Studi ini merupakan studi deskriptif tentang laporan kasus. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis dan alloanamnesis, pemeriksaan status mental dan kunjungan ke rumah, serta rekam medis pasien sebagai data sekunder. Pasien Ny. R, usia 39 tahun yang secara klinis pasien didiagnosis mengalami skizofrenia paranoid. Dilakukan penatalaksanaan dengan pendekatan kedokteran keluarga dengan menggunakan alat berupa poster dan sosialisasi kepada pasien dan keluarga. Pada evaluasi didapatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai penyakit pasien yang lebih baik dan perubahan perilaku yang berdampak positif bagi pasien. Penetalaksanaan secara komprehensif dengan pendekatan kedokteran keluarga penting untuk mengidentifikasi berbagai aspek guna penegakan diagnosis demi mendukung keberhasilan terapi dan memperbaiki kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2024