Daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) memiliki kandungan senyawa aktif saponin, flavonoid, fenol, dan tanin yang diduga berperan sebagai antibakteri. Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan patogen penyebab infeksi yang mengalami resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi ekstrak daun karamunting terhadap pertumbuhan bakteri MRSA secara in vitro. Desain penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan metode difusi cakram. Konsentrasi ekstrak daun karamunting yang dibuat yaitu 5, 10, 15, 20 dan 25%. Kontrol positif yang digunakan yaitu ciprofloxacin dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil diameter zona hambat ekstrak konsentrasi 5, 10, 15, 20, 25, kontrol positif dan negatif berturut-turut sebesar 10; 16,7; 20; 23,3; 26,7; 36,7 dan 0 mm. Hasil analisis mann whitney menyatakan bahwa konsentrasi ekstrak 5% terhadap 20%, 25%, kontrol positif dan negatif menghasilkan nilai signifikansi p < 0,05. Hal ini berarti diameter zona hambat yang dihasilkan dipengaruhi oleh konsentrasi ekstrak daun karamunting.
Copyrights © 2024