Apendisitis adalah peradangan yang disebabkan oleh infeksi pada usus buntu dan memerlukan pembedahan atau laparotomi segera. Di dunia masalah kesehatan masyarakat terkait kasus bedah telah meningkat sebesar 10%. Laparotomi adalah prosedur pembedahan yang membuka rongga perut dan dapat dilakukan pada sistem gastrointestinal, saluran kemih, dan ginekologi. Pasien pasca operasi mengalami nyeri akibat kerusakan jaringan dan luka operasi akibat sayatan selama operasi dan nyeri akibat mempertahankan posisi selama operasi dan pasca operasi. Pengobatan nyeri pasca operasi dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu pengobatan non farmakologi yang dapat dilaksanakan dan diajarkan kepada pasien adalah mobilisasi dini. Mobilisasi mencegah ketegangan otot sehingga mengurangi rasa nyeri, menjamin kelancaran peredaran darah, memulihkan metabolisme tubuh, mengembalikan fungsi fisiologis organ vital, dan pada akhirnya mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca operasi laparatomi apendisitis Di Rsud Dr. Tjitrowardojo Kelas B Purworejo. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu case repost yang di lakukan selama 3 hari kunjungan pasca operasi laparatomi apendisitis. Hasil penelitaian menunjukan adanya penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan mobilisasi dini. Skala nyeri pasien pada hari petama dari skala 8 menjadu skala 7, hari kedua dari skala 7 menjadi skala dan pada hari ke tiga dari sekala 5 nenjadi skala 3. Maka kesimpulkan dalam penelitian ini bahwa terdapat pengaruh mobilisasi dini terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca operasi laparatomi apendisitis
Copyrights © 2024