Studi ini bertujuan untuk memahami kegiatan dan proses pengembangan koleksi di Perpustakaan SMK Muhammadiyah Cangkringan, khususnya dalam era new normal, dan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan koleksi yang ada terkait kebutuhan pemustaka. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam studi ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan koleksi belum sepenuhnya menerapkan teori G. Evans, dengan beberapa ketidaksesuaian yang diidentifikasi. Proses pengembangan koleksi mencakup analisis kebutuhan pemustaka menggunakan Google Form, seleksi koleksi berdasarkan kebutuhan pemustaka, pengadaan koleksi melalui pembelian dan donasi, dan penyiangan koleksi berdasarkan evaluasi kebutuhan pemustaka. Namun, penelitian ini menemukan bahwa belum ada kebijakan pengembangan koleksi yang tertulis. Kesimpulannya, proses pengembangan koleksi di Perpustakaan SMK Muhammadiyah Cangkringan perlu ditingkatkan dan diperkuat dengan kebijakan tertulis.
Copyrights © 2023