Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan menyelesaikan masalah terkait obat. Perlunya dilakukan evaluasi terhadap waktu tunggu pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi adalah untuk mengetahui kelemahan yang dapat memperlambat pelayanan resep, sehingga dapat segera dilakukan perbaikan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan formularium, lama waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan, tidak adanya kesalahan dalam pemberian obat dan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD dr. Gondo Suwarno. Rancangan penelitian ini menggunakan analisis deskriptif observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling probabilitas sampling dengan cara simple random sampling (SRS). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ketersediaan formularium tersedia dan diperbaharui setiap 3 tahun sekali dengan evaluasi 1 tahun sekali, waktu tunggu pelayanan obat non racikan yaitu 38,07 menit ≥ 30 menit, waktu tunggu pelayanan obat racikan yaitu 41,03 menit ≤ 60 menit, tidak adanya kesalahan pemberian obat sebesar 100 % dan kepuasan pasien 78,79 % ≤ 80 %. Berdasarkan standar pelayanan minimum yang terdapat di RSUD dr. Gondo Suwarno telah memenuni standar minimal dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Implikasi penelitian ini adalah mempersingkat lama waktu tunggu pelayanan resep obat dimana sumber daya manusia yang kurang terampil akan menyebabkan durasi pelayanan semakin lama.
Copyrights © 2024