Perdikan: Journal of Community Engagement
Vol. 6 No. 1 (2024)

Peningkatan pemahaman moderasi beragama bagi takmir masjid dan pengurus majelis taklim dalam menangkal paham radikalisme di Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran

Rosidi (Unknown)
Aisyah, Umi (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2024

Abstract

Excessive viewpoints, attitudes and behavior in religion have the potential to make someone go to extremes to feel that they are most righteous, feel most pious and most accepted by God. The effect of such a religious attitude will give birth to exclusivism in thinking, behaving and acting in society. People who do not agree with themselves are considered wrong, illegitimate and out of religion. Respect the red and white musrik flag, and the government as thogut. Such religious thoughts and attitudes still occur widely in society, especially in Wayratai District, Pesawaran Regency. Then several times Densus 88 arrested suspected terrorists from Way Ratai District. Such religious attitudes are irrelevant to the objective conditions of diverse Indonesian society. This community service uses a Participatory Action Research (PAR) approach, starting with a field survey stage, identifying problems in the field, planning activities, implementing activities and ending with evaluation and monitoring. The subjects of service are the chairman of the mosque takmir and chairman of the taklim council in four villages in Wayratai District, Pesawaran Regency, namely Gunungrejo, Ceringin Asri, Kalirejo, and Mulyosari Village. Participants were invited to discuss how dangerous exclusive, radical religious perspectives and attitudes are in a diverse society like Indonesia, closing with the statement that a moderate attitude in religion is the best choice for Indonesian society. As reinforcement for mosque administrators and taklim councils, the service team provided religious moderation sermon books and guidance for taklim assemblies. [Cara pandang, sikap dan perilaku dalam beragama yang berlebihan berpotensi menjadikan seseorang bersikap ektrim, merasa paling benar sendiri, merasa paling saleh dan paling diterima Tuhan. Efek dari sikap beragama seperti itu akan melahirkan ekseklusivisme dalam berpikir, bersikap dan bertindak di tengah masyarakat. Orang yang tidak sepaham dengan dirinya dianggap salah, tidak sah, bahkan keluar dari agama. Menghormat bendera merah putih dianggap musrik dan pemerintah disamakan dengan thogut. Pemikiran dan sikap beragama seperti itu masih banyak terjadi di masyarakat terutama di Kecamatan Wayratai Kabupaten Pesawaran. Beberapa kali Densus 88 menangkap terduga teroris yang berasal dari Kecamatan Way Ratai. Sikap beragama demikian tidaklah relevan dengan kondisi obyektif masyarakat Indonesia yang beragam. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yakni dimulai dengan tahapan survey ke lapangan, mengidentifikasi permasalahan di lapangan, membuat perencanaan kegiatan, melaksanakan kegiatan dan diakhiri dengan melakukan evaluasi dan monitoring. Subyek pengabdian adalah ketua takmir masjid dan ketua majelis taklim di empat desa di Kecamatan Wayratai Kabupaten Pesawaran, yakni Gunungrejo, Caringin Asri, Kalirejo, dan Desa Mulyosari. Peserta diajak mendiskusikan betapa bahayanya cara pandang dan sikap beragama yang eksklusif atau radikal di tengah masyarakat yang beragam seperti Indonesia. Diskusi ditutup dengan statement bahwa sikap moderat dalam beragama adalah pilihan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Sebagai penguatan bagi para pengurus masjid dan majelis taklim, tim pengabdian meberikan buku khutbah moderasi beragama dan pembinaan majelis taklim.]

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

perdikan

Publisher

Subject

Religion Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Social Sciences

Description

PERDIKAN journal focuses on community engagement program and the manuscript is about applied knowledge or science in community to advance theories, research and practices related to all forms of outreach and engagement. Community engagement means services to society, applying of knowledge or science ...