Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary
Vol 2, No 1 (2024): Juni 2024

Kegiatan Upaya Peningkatan Pengetahuan Pijat Bayi Pada Ibu di RT 03 RR 03, Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasar Kliwon

Tias, Ika Widya Ning (Unknown)
Hartono, Jesieka Intan (Unknown)
Dewi, Lisa Kumala (Unknown)
Utami, Luvita Dwi Setya (Unknown)
Afiani, Marisa Lilis (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2024

Abstract

Masa bayi dan balita merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Kualitas seorang anak dapat dinilai dari proses tumbuh kembang. Tumbuh kembang bayi pada usia 0-3 bulan adalah masa-masa penting saat bayi sedang mengembangkan sistem kekebalan tubuh, juga organ pencernaannya. Pada masa ini peran orang tua sangat berarti dan penting untuk bayi karena bayi masih berada pada proses adaptasi di lingkungan ekstrauterin (Rochmah, 2012). Gangguan tumbuh kembang akan terjadi apabila terdapat faktor genetik atau lingkungan yang tidak dapat mencukupi kebutuhan dasar tumbuh kembang, untuk mengoptimalkan perkembangan potensi bawaan seorang anak dibutuhkan pengasuhan (asuh), kasih sayang (asih), dan stimulasi (asah) secara optimal (Rochmah, 2012). Pijat merupakan salah satu metode pengobatan tertua di dunia. Pijat meliputi seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang mampu melemaskan sendi yang terlalu kaku dan menyatukan organ tubuh dengan berupa sentuhan. Dengan adanya sentuhan pemijatan terhadap jaringan otot peredaran darah, dapat meningkatkan jaringan otot ataupun posisi otot dapat dipulihkan dan diperbaiki sehingga dapat meningkatkan fungsi-fungsi organ tubuh dengan sebaik-baiknya (Roesli, 2016). Perkembangan dan pertumbuhan bayi akan optimal jika adanya interaksi antara genetik, tingkah laku, lingkungan dan rangsangan yang berguna. Pengaruh yang positif pada stimulus pijat ini telah lama dilakukan. Permasalahan pada gangguan pertumbuhan (Grow Faltering) pada anak di Indonesia sudah sejak usia 1 sampai 6 bulan, sehingga perlu adanya upaya dalam mengurangi gangguan pertumbuhan yang dapat menghambat kenaikan berat badan bayi (Dasuki, M. S., 2010). Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum mengerti tentang pijat bayi, terutama mengenai perkembangan terakhirnya. Sebagian dari mereka beranggapan bahwa pijat bayi dilakukan hanya pada bayi yang sakit serta dilakukan oleh dukun atau tenaga medis yang menguasai pijat bayi. Hal ini tidak sepenuhnya salah, melalui teknik tertentu, pijat bayi diyakini mampu mengatasi kolik sementara, sembelit dan bayi rewel. Namun, manfaat utama dari pijat bayi adalah membantu mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Dalam hal ini sangat diperlukan pendidikan kesehatan khususnya tentang pijat bayi diberikan oleh orangtua agar proses tumbuh kembang bayinya menjadi optimal (Rochmah, 2012).

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jerumi

Publisher

Subject

Religion Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Health Professions Nursing Social Sciences

Description

JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary dengan nomor ISSN terdaftar 3025-7999 (Cetak) dan 3025-7980 (Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary ...