Dalam proses pengolahan tembakau menjadi rokok, tentunya ada beberapa masalah yang dialami oleh mesin. Rata-rata perusahaan mengeluarkan sekitar 15% sampai 25% dari total biaya perawatan untuk material termasuk jika ada kerusakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat standarisasi yang ada pada mesin thresher di Koperasi KAREB Bojonegoro dengan Overall Equipment Effectiveness (OEE) sesuai standar dunia yang sudah ditentukan oleh Japan Institute of Plant Maintenance dan untuk mengetahui tingkat standarisasi mesin thresher pada tiap faktor yang ada dalam Overall Equipment Effectiveness (OEE). Hasil penelitian ini adalah tingkat standarisasi yang ada pada mesin thresher di Koperasi Kareb Bojonegoro masih belum memenuhi standar Overal Equipment Effectiveness (OEE) yang didtetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance yakni rata-rata sebesar 14,41 yang seharusnya sebesar 85 dan tingkat standarisasi mesin thresher jika sesuai factor yang dinilai untuk mendapatkan nilai Overal Equipment Effectiveness (OEE) yakni pada faktor availability rate sudah sesuai standar sebesar 99,89 dari 90. Pada faktor performance rate belum sesuai standar sebesar 1,45 dari 92. Pada faktor quality efficiency sudah sesuai standar sebesar 99,53 dari 99. Dari ketiga faktor yang menentukan hasil Overal Equipment Effectiveness (OEE), terdapat 2 faktor yang sudah memenuhi standar, dan satu faktor yang masih belum memenuhi standar.
Copyrights © 2024