Kawasan Mandeh yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan merupakan kawasan teluk yang sangat menawan, sehingga pemerintah lokal fokus pada pengembangan pariwisata. Namun, kawasan Mandeh mempunyai potensi terdampak bencana alam, sehingga manajemen pantai yang berkelanjutan sangat penting untuk diterapkan salah satunya dengan melakukan penilaian tingkat kerentanan. Penilaian tingkat kerentanan di Kawasan Mandeh memanfaatkan metode CVI dan Smartline mapping approach dengan mempertimbangkan beberapa parameter fisik yakni material pantai, paparan gelombang, bentuk daratan, fitur berm, fitur beachface, perubahan garis pantai, dan pola tata guna lahan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa beberapa area di dalam teluk sebanyak 10% tergolong kerentanan sangat rendah, 27% kerentanan rendah, 18% kerentanan sedang, 31% kerentanan tinggi, dan 14% kerentanan sangat tinggi yang mana sebagian besar kawasan Pantai Utara Kecamatan XI Koto Tarusan didominasi oleh kerentanan tinggi. Oleh karena itu, pembangunan pelindung pantai baik secara struktur alami maupun buatan serta pembuatan regulasi regional terkait dengan pemanfaatan kawasan pesisir untuk mencegah terjadinya degradasi lingkungan dan bahaya pesisir dibutuhkan sebagai bagian dari manajemen pesisir pada area studi.
Copyrights © 2020