Beras merah memiliki manfaat yang sangat banyak bahkan dikenal sebagai pangan sumber karbohidrat yang rendah kalori, namun masyarakat belum tentu bersedia membeli beras yang lebih mahal dari beras yang umum dikonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kesediaan membayar (Willingness to Pay) maksimum masyarakat terhadap pembelian beras merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Malang dengan jumlah sampel 80 responden yang diambil menggunakan metode Accidental Sampling. Pengambilan data dilakukan mulai bulan September sampai bulan Desember 2023. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis Contingent Valuation Method (CVM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 80 responden ada sebanyak 48 orang bersedia untuk membayar kenaikan harga beras merah. Mayoritas responden yang bersedia membayar kenaikan harga beras merah sebesar Rp1.000 menjadi Rp19.500 dan rata-rata nilai WTP (EWTP) yang didapatkan dari perhitungan hasil penelitian sebesar Rp19.950 yang berarti harga maksimal yang bersedia dibayarkan oleh konsumen naik sebesar 7,84% dari harga awal, Rp18.500. Penelitian ini dapat memberikan informasi kepada pemerintah dan produsen beras merah dalam menentukan kebijakan harga beras merah yang lebih sesuai dengan keinginan atau kesediaan masyarakat.
Copyrights © 2024