Jurnal Kesehatan Pertiwi
Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.3 No.1 2021)

Perbedaan Pemberian Asi Dan Susu Formula Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 0 – 6 Bulan Di Puskesmas Watubelah Cirebon

Meristika Rachman , Sylvia (Unknown)
Sumawati, Euis (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Jun 2021

Abstract

Pendahuluan : Ketidaktahuan tentang cara pemberian makan pada bayi baik dari jumlah, jenis dan frekuensi makanan secara langsung dan tidak langsung menjadi penyebab terjadinya masalah kurang gizi pada bayi. Selain itu, pemberian makanan yang terlalu banyak kepada bayi, terutama susu, akan membuat kantong kemih kencang pada malam hari, dan keadaan ini akan membuat bayi lebih sering terbangun1. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh The NICHD Early Child Care Research di Amerika pada bayi usia 6-15 bulan menunjukkan untuk bayi usia 6 bulan yang mengalami masalah tidur sebanyak 53% sedangkan untuk bayi usia 15 bulan sebanyak 44%. Di Indonesia, cukup banyak bayi yang mengalami masalah tidur, yaitu sekitar 44,2%. Namun hampir atau bahkan lebih dari 72% orang tua tidak menganggap gangguan tidur pada bayi sebagai suatu masalah. Penelitian yang sama dilakukan oleh Sukartini tahun 2016, di Indonesia, dari 80 anak berusia kurang dari 3 tahun, 41 diantaranya atau 51,3% mengalami gangguan tidur. Berdasarkan penelitian yang ditujukan pada 385 responden di lima kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, dan Batam terungkap 44,2% mengalami gangguan tidur yaitu jam tidur malamnya kurang dari 9 jam, terbangun malam hari lebih dari 3 kali dan lama terbangun lebih dari 1 jam4. Selain itu juga terungkap terdapat 72,2% orang tua menganggap masalah tidur pada bayi dan balita hanya merupakan masalah kecil (Anon, 2012). Faktor penting untuk memaksimalkan periode emas pertumbuhan otak adalah terpenuhinya nutrisi dan kecukupan tidur bayi. Bayi yang sulit tidur atau sering terbangun dari tidurnya karena merasa belum kenyang. Tidur yang tidak adekuat dan kualitas tidur yang buruk dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan fisiologis dan psikologi. Dampak fisiologi meliputi penurunan aktivitas sehari-hari, rasa capek, lemah, koordinasikordinasi neuromuskuar buruk, proses penyembuhan lambat, dan daya tahan tubuh menurun. Sedangkan dampak psikologinya meliputi emosi lebih labil, cemas, tidak konsentrasi, dan kemampuan kognitif lebih rendah.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

pertiwi

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Jurnal Kesehatan Pertiwi fokus pada penerbitan artikel penelitian asli, ulasan artikel dari kontributor, dan masalah saat ini yang berkaitan dengan kesehatan dan kebidanan. Tujuan utama Jurnal Kesehatan Pertiwi adalah untuk menyediakan platform bagi para peneliti maupun akademisi untuk berbagi ...