Masa remaja adalah masa yang paling rentan mengalami perilaku kekerasan dan bullying terutama di lingkungan sekolah, hal ini dikarenakan mereka berada pada tahap perkembangan pencarian jati diri. Jika seiring perkembangan usianya tidak dibarengi dengan pembinaan dan pendidikan yang memadai maka akan beresiko tumbuh dengan perilaku yang negatif. Tindakan bullying yang dilakukan di sekolah bisa mempengaruhi kondisi mental remaja baik pelaku maupun korban. Selain itu, juga dapat mempengaruhi prestasi belajar dan kesiapan siswa remaja untuk mengejar cita-cita mereka. Adapun beberapa dampak buruk remaja yang mengalami kekerasan dan bullying di sekolah misalnya isolasi sosial, depresi, kecemasan, menggangu kesehatan fisik, tidak percaya diri, tidak ingin bersekolah lagi, hingga tidak jarang korban melakukan pecobaan bunuh diri. Oleh karena itu, adapun tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi berupa penyuluhan kesehatan mental mengenai dampak perilaku kekerasan dan bullying agar remaja dampat terhindar dari perilaku tersebut. SMP Negeri 7 Watampone merupakan sarana penunjang pendidikan yang juga memiliki resiko tinggi terjadinya bullying, hal ini dikarenakan siswa-siwi memasuki tahap perkembangan usia remaja. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah dengan memberikan pretest dan posttest untuk melihat pengetahuan siswa tentang perilaku bullying sebelum dan setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Adapun hasil yang didapatkan bahwa ada peningkatan pengetahuan siswa remaja setelah diberikan penyuluhan kesehatan yaitu 16 orang (64%) siswa remaja yang memiliki pengetahuan tinggi dan 9 orang (36%) yang memiliki pengetahuan sedang. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pemahaman siswa mengenai kekerasan dan perilaku bullying setelah diberikan penyuluhan kesehatan.
Copyrights © 2024