Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari kebijakan fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data tahun 1990 – 2022 dan menggunakan pendekatan Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian ini menjelaskan bagaimana pendapatan negara dan pengeluaran memengaruhi perekonomian secara langsung dengan menggunakan 3 jenis model yang dianalisis, yaitu Pendapatan Negara (Pendapatan Pajak, Pendapatan Negara Bukan Pajak, dan Inflasi sebagai variabel kontrol), Pengeluaran Pemerintah (Belanja Pemerintah Pusat + Transfer Ke Daerah), dan Belanja Pemerintah Pusat (Belanja Modal, Belanja Pegawai, dan Belanja Modal) dalam bentuk first difference. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, variabel pendapatan, pajak, dan belanja pemerintah memiliki dampak signifikan namun bervariasi terhadap Gdp riil. Dalam jangka panjang, variabel bersifat signifikan secara keseluruhan. Namun, pendapatan pajak berdampak negatif, sedangkan pendapatan negara bukan pajak dan inflasi berdampak positif terhadap Gdp riil. Pengeluaran pemerintah, terutama untuk belanja modal dan barang, juga meningkatkan Gdp riil, sementara belanja pegawai memiliki dampak negatif. Hasil analisis Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) menggarisbawahi pentingnya kebijakan fiskal yang efektif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Copyrights © 2024