Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi yang terus meningkat. Komplikasi dan komorbid yang = banyak muncul pada penderita DM menyebabkan pengobatan dengan polifarmasi tidak dapat dihindari. Adanya polifarmasi akan meningkatkan potensi interaksi obat (IO) yang kemungkinan dapat meningkatkan reaksi obat merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kejadian IO pada peresepan DM di salah satu apotek di Kota Surabaya, Jawa Timur. Potensi IO dari 116 lembar resep dianalisis menggunakan online interaction checker drugs.com. Prevalensi, keparahan, mekanisme, serta manifestasi potensi IO dianalisis secara deskriptif. Dari jumlah lembar resep tersebut potensi IO ditemukan pada 67 lembar resep (57,7%) sebanyak 124 potensi kejadian. Mayoritas potensi IO adalah interaksi farmakodinamik (93,6%) dan memiliki keparahan moderat (87,1%). Kombinasi obat berpotensi IO yang paling banyak diresepkan adalah metformin dan glimepiride yaitu sebanyak 32,3% yang memiliki manifestasi peningkatan hipoglikemi. Pengontrolan kadar gula darah pasien DM secara rutin sangat diperlukan untuk mencegah timbulnya resiko yang tidak diinginkan karena hipoglikemia. Selain itu, dalam pelayanan resep diabetes hendaknya informasi tentang monitoring kadar gula darah dan gejala hipoglikemia disampaikan kepada pasien terkait tingginya potensi IO dengan manifestasi peningkatan resiko hipoglikemia. Kata kunci: Diabetes melitus; interaksi obat; peresepan.
Copyrights © 2024