Perkembangan teknologi digital menciptakan dilema bagi para pemimpin Kristen dalam menyeimbangkan antara mempertahankan nilai-nilai tradisional dan memanfaatkan teknologi modern untuk pertumbuhan dan efektivitas pelayanan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pemimpin Kristen dapat memanfaatkan teknologi secara efektif dalam konteks pelayanan gereja tanpa kehilangan nilai-nilai dan esensi ajaran Kristen yang mendasar, serta menemukan strategi seimbang antara tradisi dan teknologi guna menjaga relevansi gereja dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berubah. Pemimpin Kristen menghadapi dilema dalam mempertahankan nilai-nilai tradisional yang menjadi landasan ajaran Kristen, sambil memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan gereja. Langkah strategis diperlukan, seperti memperkuat pemahaman nilai-nilai tradisional, memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan ajaran agama, memastikan kecocokan antara teknologi dan nilai-nilai tradisional, mengadopsi pendekatan inklusif, serta melakukan refleksi dan evaluasi. Pemimpin Kristen perlu mengambil langkah-langkah strategis, seperti memperkuat pemahaman nilai-nilai tradisional, memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan ajaran agama, memastikan kecocokan antara teknologi dan nilai-nilai tradisional, menerapkan pendekatan inklusif dalam penggunaan teknologi, dan terus melakukan refleksi serta evaluasi. Dengan demikian, mereka dapat menjaga keseimbangan antara mempertahankan warisan nilai-nilai tradisional dan memanfaatkan teknologi secara bijaksana untuk kemajuan pelayanan gereja.
Copyrights © 2024