Sistem kepartaian multipartai menjadi karakteristik dari Indonesia sejak reformasi 1998, namun sistem kepartaian multipartai ini justru melahirkan dilema berupa melemahnya peran oposisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dari sistem multipartai terhadap lemahnya peran oposisi, khususnya dengan studi pada hasil pemilu 2024. Logika accountability trap dari Dan Slater (2004) akan menjadi dasar dari penelitian ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang dikuatkan dengan perhitungan indeks effective number of parliamentary parties (ENPP). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem multipartai cenderung melemahkan oposisi karena keharusan untuk mengakomodir kepentingan banyak partai politik demi jalannya pemerintahan dengan lancar.
Copyrights © 2024