Kampung Tua Tanjung Gundap merupakan salah satu pemukiman warga Melayu di Batam yang telah dihuni selama beberapa generasi. Sama halnya dengan desa-desa pesisir lainnya di pulau Batam, Tanjung Gundap juga belum terjangkau fasilitas listrik dan hanya mengandalkan genset yang beroperasi selama kurang lebih 6 jam dalam sehari. Pemanfaatan energi terbarukan untuk elektrifikasi dapat menjadi sebuah solusi. Potensi energi terbarukan berupa energi angin, surya dan pasang surut air laut yang dimiliki desa ini cukup berlimpah.Metode penelitian yang dipakai adalah pengukuran untuk kecepatan angin dan pasang surut air laut. Survei dan wawancara langsung untuk kelayakan sosial, ekonomi dan budaya. Hasil yang dicapai dari pengukuran kecepatan angin dan pasang surut air laut diperoleh 51,02 Kwatt. Sedangkan kebutuhan listrik di Tanjung Gundap 72,21 Kwatt. Maka perancangan elektrifikasi alternatif belum cocok di Tanjung Gundap. Sedangkan kelayakan sosial, ekonomi dan budaya juga belum relevan karena beberapa alasan: insfrastruktur, tata letak, sanitasi, akses transportasi.
Copyrights © 2015