Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Khatmul Quran yang dilakukan di Dusun Margapalah, Sumedang Selatan, khususnya dalam konteks Living Quran. Tradisi Khatmul Quran di desa ini melibatkan pembacaan seluruh ayat Alquran dalam rangka memperingati kematian seseorang, yang biasanya dilakukan selama tujuh atau empat puluh hari setelah pemakaman. Metode penelitian yang digunakan meliputi wawancara dengan tokoh masyarakat setempat dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini bermula dari ajaran Ustadz Gunawan Muhammad Syadili, yang mengadopsi praktik tersebut dari pesantren salafiyah di Cimanggun. Kegiatan Khatmul Quran di Dusun Margapalah dilakukan oleh dua kelompok, yaitu kelompok dewasa dan anak-anak, dengan pembagian tugas membaca Alquran sesuai dengan tingkat kemampuan. Tradisi ini dilandasi oleh keyakinan bahwa amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak yang saleh dapat memberikan pahala kepada almarhum. Studi ini juga menekankan pentingnya Living Quran dalam memahami bagaimana masyarakat Muslim mengapresiasi dan mempraktikkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana Alquran dihidupkan dalam konteks sosial budaya tertentu dan menawarkan kontribusi signifikan bagi pengembangan studi Alquran kontemporer.
Copyrights © 2024